Aku
mendengarmu,
Demi
apapun suaramu indah
Raut
wajah dalam benakku masih kamu,
Kamu
yang terakhir kali kutatap
Sebelum
semuanya hitam dan gelap
Aku
merasakanmu,
Irama
jari-jarimu yang menyematkan cincin di jari manisku
Telapak
yang memegang kedua pipiku, lalu membawanya
mendekati
dada yang lapang dan tenang milikmu
Aku
menikmatinya,
Ciuman
setangkup bibir yang mengerucut di keningku
Masih
hembusan nafas yang sama
Aku
masih merasakanmu,
Walau
tanpa bola mata untuk saling menatap
Walau
tanpa pernah lagi mencuri-curi untuk memandangmu
Aku
tahu kau hidup di hatiku ….
Hari
ini, tiba-tiba saja pagi datang
Menyapa
retina yang sejak lama selalu petang
Ya
Allah …. Aku bisa menemukan lagi warna langit,
Melihat
cincin yang masih bersinar di jari manisku
Sekaligus
menatap nisan dengan namamu,
Asmara…
(Gg)
No comments:
Post a Comment