Mana yang lebih baik
aku mengada di hadapanmu
namun tak sepenuhnya mengada
atau tak ada di sisimu
namun benakku selalu saja menujumu?
Apa sebenarnya hakikat mengada?
jika bahkan aku tak percaya
aku dapat sepenuhnya mengada di hadapanmu
Bahkan jika aku ini tanda
aku akan selalu terpecah
berantakan dan tercecer
Lalu bagaimana caramu memaknaiku?
Aku tak pernah selamanya
menjadi aku yang sama
Aku tak pernah utuh sekalipun mengada
Lalu jika kubalik segala yang 'aku' menjadi 'kamu'
monolog yang mampir masih yang ituitu juga
Memiliki 'kamu' seutuhnya?
Hentikanlah, jangan mengada-ada
Noland, 220115


