1 December 2011

Kebisuan 13 !!

Saraf motorikku sedang berhibernasi mungkin hari ini,
namun terlalu naif jika kukatakan lenggang,
sebab otakku masih saja menelusuri , entah apa itu namanya .. tentang aku wanita modern yang ingin bebas dari apa kata nenek moyang akan angka hoki, angka sial dan bla bla bla...!!
Yang bisa kugambarkan disini hanya pena dengan goresan abstrak.

Sehabis senja kau datang, dengan N 6413 KU milikmu
Setelah sebelumnya 0857551313XXX resah menunggu jawaban dariku. Aku sedang menunaikan aktiftas manusiaku, bukan sengaja membiarkan dering itu berulang hingga 13 kali,

"HalloOoooo" Katanya setengah berteriak.

"Yapp Jee ada apa ?" jawabku
"Aku hampir sampai, bukain pagar rumahmu buatku yah.. SEKARANG" Tekannya
"Tappiiii..."

KLIK ...

Jeen namanya, memutar kenangan 3 tahun silam yang pelik..

Tapi aku, tetap dua kubik emosi yang terpaksa diam.
3 tahun lalu aku selalu bergetar menyebut namanya, bibirku kelu hanya untuk sekedar tersenyum dihadapannya, tapi kedua mataku tak berhasil berjuang untuk berhenti mencuri pandang padanya, entah sekedar melirik saat sosoknya melintas, atau bahkan melotot dengan terpingkal-pingkal dipojok lapangan mengintipnya berguling-guling hanya untuk memburu si bundar.

Dan sekarang?? dia datang ..

coba pandang ekspresi pucat raut mukaku..
Tuhan, terserah Engkau batinku

Hari ini aku muak dengan segala macam upayaku yang berusaha kuat menelan pahit-pahit aktivitas hari ini padahal hatiku menolak mentah mentah semua kegiatan ini..


hasilnya seharian senyum ini hilang.. lalu kejadian barusan???

inginnya berencana, tapi Tuhan menginginkan seperti ini,, biarlah kuturuti renungku.

"Tin Tin "


"Wigiiiii" Teriaknya.

"Hey"

Entahlah harus bagaimana aku menyambutnya... Rima bagaimanapun tak akan bisa menyembunyikan rasaku.


Aku mengajaknya menuju ruang tamu 4X4 disudut kanan, dan masih tanpa kata.
Parasnya masih seperti 3 tahun yang lalu, tapi hari ini jalannya terseret-seret.. entah apa yang terjadi dengan kaki kirinya, aku enggan bertanya.

"Gimana kabarmu?" katanya memulai percakapan

"aku baik-baik saja." Jawabku datar

3 tahun bukan waktu yang singkat hingga membuatkuh bisa tetap ber haha hihi dengannya.

"Kok sepi pada kemana?"
"Hmm, kayaknya tadi pada tidur semua."
"Ohh.. kamu lagi apa tadi kok lama banget angkat telpon?"
"Lagi mandi tadi makanya nggak tau kalo kamu telpon."

Ketiga keempat dan percakapan selanjutnya akuh tak tau arah pembicaraan ini, datar dan terkesan basa basi. Harus beginikah awalan pertemuan? terlalu pasif batinku.


"Kau banyak berubah." Katanya mengoreksiku


Aku hanya tersenyum, kurasa itu cukup mewakiliku menjawab.


"Kau ingat, kau pernah menyukaiku." Lanjutnya

"kenapa masih diingat-ingat sih Jeen." Pipiku memerah

"Mana mungkin aku lupa itu Gii, hhahaha. Mungkin kalau aku lulus dan tidak harus mengulang satu tahun SMA dan seangkatan denganmu baru aku bisa lupa."

Ya, sebenarnya hal yang wajar kan aku seorang adik kelas diam-diam menyukai kakak kelas. Tapi ceritanya jadi lain kali ini. Sabtu pagi usai ekskul dua sahabatku menjadi setan yang kekeh membujukku untuk mengiriminya pesan singkat. Entah dari mana salah satu sahabatku ini mendapat nomor ponselnya, Hmm aku masih ingat kejadian itu..


"Gii, kapan lagi... seminggu lagi Ujian nasional, nggak ada salahnya kan kamu sms sekedar ngasih semangat."

"Iya Gii, toh bentar lagi dia lulus. Seenggaknya dia harus tau kalo selama ini tuh ada kamu yang selalu perhatiin dia, selalu mengamati dia." Kata sahabatku yang satu lagi.

"Mau ditaruh mana mukaku kalo aku ketemu dia nanti?"

"Ayolah, kalo dia mengolokmu toh bentar lagi udah nggak ketemu."

Akhirnya ku iyakan juga kata-kata mereka. Aku lalu menulis pesan singkat yang isinya benar-benar hanya ingin menunjukkan perhatianku, menyemangatinya ya sejenis itulah. Tidak menunjukkan perasaan hatiku.

Akhirnya kami terus berhubungan lanjut. Sampai akhirnya pengumuman kelulusan tiba dan jeen harus mengulang 1 tahun karna dia gagal di salah satu mata pelajaran. Oh god disinilah aku dibuat malu bertubi-tubi.

Hmm.. sudahlah lupakan, menengok kebelakangpun aku yang akan lebih malu.

"Eh iya kenapa tiba-tiba kesini? udah 3 tahun aku pikir udah lupa."


"Kamu nggak usia 17 setiap taun sih jadinya aku nggak dapet undangan deh buat kesini."
 

"Hhehe apaan sih Jenn, bahas itu lagi itu lagi."

"Ulang taun spesial karna ada aku. Cieee"

"Jeen stop."

"Ihh mukanya merah loo."

"Kenapa kaki kiri kamu jen?" (Akhirnya dibahas juga, buat mengalihkan pembicaraan)

"hmm ini? habis tabrakan 2hari yang lalu."

"kenapa mesti kluyuran bukannya istirahat, hari sabtu muka kecut gitu lagi."

"iya tadi habis apel pacar Gii eh malah dicuekin, aku kabur deh waktu dia kedalem nggak tau ngapain bikin minum kali."

"Emangnya kenapa sih Jeen?"

"Tau tuh lagi PMS kali."

Aku hanya bisa senyum senyum jahil mendengarnya

"Apa kamu cekikikan. Nggak kasian apa, udah kaki masih sakit, aku bela-belain ketempat dia, disayang sayang kek di peluk kek biar agak sembuh gitu rasa sakitnya eh malah di omelin, ujung-ujungnya dicuekin. Udah orang-orang dirumah pada marah-marah bikin nggak betah dirumah, punya cewek juga gini-gini amat. Temen juga gitu di telpon sana sini pada nggak bisa diajak jalan alesannya "sorry bro waktunya berdua nih" gimana nggak bete coba Gii. Sial banget hari ini"...

What are you talking about? Hari Sial ???? Batinku.


Diam-diam aku meraih handphone yang dari tadi aku selipkan dikantong celana.

Deg....13 November 2011.

Apakah harus ku percaya bahwa aku yang sial hari ini??????

Harus percaya cerita akan angka 13 dan terutama kau ??!! :(






SIAL !!!!!!