21 September 2014

Renik


 Induk tak pernah kupilih, negeri pun
Rupiah, mata dari alat tukar pangan semata
harus kucari, tak bisa kuminta
Sebab ibu berteman diam
Siapa bapakku tak diulasnya jauh
Tak pernah kutahu, tabu untuk riuh  

Simbol untuk diri turut lahir
Miskin mereka sebut aku
Lalu lalang kudengar dalam retorika pemimpin
selalu aku-aku juga diarak pada barak
Kau tahu, setiap aku yang senasib dengan aku
tak pernah ingar menyandang akuku

Jadi kumohon
Jangan jadikan koloni aku objek renik pemantik dustamu
Jangan jadikan aku si renik, pleton pragmatik
yang membuat negeri tak dapat berhambur cita-cita
Aku-aku ini tak bisa meminta lahir seperti apa
tapi tahu harus bertahan hidup dengan cara apa
Majulah negeriku
Aku-aku ini renik, miskin
Tapi jangan anggap benalu yang selalu
jadi tokoh biang atas gagalnya cita-cita negeri


(Noland, 10 Juli 2014)

No comments:

Post a Comment