14 January 2014

Ikonis

Kertas daur ulang tak pernah mengulang,
pengulangan kata yang menekan penuh ingin.
Cerita di baliknya tentang Prenjak.

Prenjek tiiir... prenjek tiiir...
Begitu larik merdumu terdengar. 


Tapi, tahu apa kau tentang makna di balik suara?
Ketika simbol membuatmu tetap liar!
Ketika harian pagi ini pesta kata - kata,
satire majas, dan lengking sarkasme.
Ah... Kau, pemilik kaveling 200 meter.

Namun kepribadianmu yang lain adalah titik koma.
Majemuk setara bersanding larik berkat keberadaanmu,
dan kau hampir berhasil,
sekalipun "gluprut" peluh perang oposisi media.
Andai kau penguasa kaveling di Negeriku, adalah
lahir dari tangan Geppeto lalu ditiupkannya nyawa oleh "peri biru",
maka rakyat yang nalurinya mengotak tahu kala kau berbohong.
Sebab hidungmu memanjang, dan kau melegenda!

Ini sajak mayor,
untukmu penguasa yang minor di era oposisi media yang 'pop'

No comments:

Post a Comment